
NAKULA PUTRA SURENDRA

THE BOY WHO LIVED
NAKULA SADEWA
Lahir di Kota Pelajar pada malam tanggal 30 Desember tahun 1984, disematkan nama Nakula Putra Surendra yang berarti putra tampan yang pemberani.
Ditakdirkan menjadi putra dari pasangan Pandawa Surendra yang seorang pebisnis besar dan Purwaningsih, pemilik Rumah Makan Surendra di seluruh Kota Besar Indonesia. Menjadi pilar kedua dari empat, sekaligus putra tengah.
Mewarisi rambut hitam bergelombang dari sang Ayah, juga kulit putih bersih dari sang Ibu. Warna bola mata hitam kecoklatan, persis seperti kedua orang tuanya.
Memiliki kelainan jantung sejak lahir. Mendapat operasi besar saat usia enam tahun, dan dinyatakan sembuh total di usia sepuluh tahun.
Penyuka lawan jenis dengan rambut hitam panjang sebagai tipe ideal. Katanya, mirip dengan sang Ibunda yang berambut hitam lurus.
Dua belas tahun menempuh pendidikan pelajar di Yogyakarta, kemudian melanjutkan pendidikan strata ke ibukota. Menetap disana dengan berbekal pekerjaan sebagai dosen dan pembimbing skripsi mahasiswa di salah satu Universitas Negeri.
Hobinya menikmati pemandangan alam dari ketinggian. Harapannya satu, ingin punya pacar. Cita-citanya, ingin menikah dan hidup dengan baik.
RIWAYAT PENDIDIKAN
1990 - 1996
SDN UNGARAN
1996 - 1999
SMP N 5 YOGYAKARTA
1999 - 2002
SMA BUDI UTAMA
2003 - 2007
S1 Psikologi Universitas Indonesia
2010 - 2013
S2 Psikologi Universitas Indonesia
RIWAYAT KARIR
2001 - 2005
Karyawan Ilegal
2005 - 2012
Asisten Dosen
2014 - 2020
Dosen Ilmu Psikologi
2020
Psikolog Anak dan Remaja
PUTRA SURENDRA
Nakula Putra Surendra, adalah buah cinta kedua dari pernikahan Pandawa dan Purwaningsih.
Satu bulan penuh, bayi Nakula menghabiskan waktu di dalam inkubator karena kelainan jantung. Dokter dan keluarga mengupayakan yang terbaik agar bayi tampan itu bisa dibawa pulang, dan disandingkan bersama sang Kakanda, Arjuna.
Semasa kecil, Nakula kerap menghabiskan waktu di dalam rumah, bersama para pekerja dan saudaranya. Semasa sekolah, Nakula diberi perlakuan sedikit spesial dari sang Ibu karena kelainan jantungnya.
Operasi pertama di tahun 1980, keluarga menanti dengan tak putus memohon pada Sang Pemberi Hidup. Tahun 1994 saat Nakula genap berusia sepuluh tahun, kembali rumah sakit melakukan operasi. Kali ini, operasi besar transplantasi yang sudah direncanakan dan disiapkan selama satu tahun.
Operasi berjalan lancar, Nakula bangun dengan jantung baru yang berdetak sempurna. Penyesuaian dan pemulihan memakan waktu satu tahun dua bulan.
Tumbuh besar tanpa kekurangan materi, tidak lantas menjadikan Nakula pribadi yang arogan. Hanya sikapnya yang acuh dan berontak mulai terlihat saat orang tua memaksanya menjadi pria sempurna, seperti Arjuna. Sang Kakanda yang perlahan nampak seperti saingan dan pecundang baginya. Sejak itu, hubungan baik Ayah-Anak mulai menegang.
Masa SMA, masa jaya saat itu, juga masa dimana tekanan dari keluarga semakin besar. Kemarahan membawa Nakula pada malam penuh bencana. Wanita muda menjadi korban pelecehan, karenanya. Hamil diluar nikah, mencoreng nama dua keluarga besar, terutama Surendra.
Sempat disembunyikan oleh sang Ayah, Nakula menjalani kehidupan yang penuh dengan penyesalan, kemarahan dan tekanan. Namun berkat buah hati pertama yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, Nakula kembali mendapat akses masuk ke rumah utama Surendra.
Desakan melanjutkan pendidikan ditengah kesibukannya mencintai sang putra putri, Nakula terpaksa meninggalkan mereka beberapa saat di rumah utama, bersama sang istri. Hingga tahun berikutnya, penghujung tahun 2004, Nakula memboyong keluarga kecilnya ke pusat Ibukota, tinggal mandiri dan jauh dari bayang-bayang Pandawa.
Hidup Nakula berlanjut hingga berhasil menyelesaikan studi dan menjadi seorang dosen di salah satu Universitas Negeri, juga seorang psikolog.
Disinilah ia sekarang. Menjalani jatuh bangunnya kehidupan. Menjadi suami siaga untuk sang istri. Menjadi Ayah yang bermartabat untuk keempat anaknya. Dan masih harus banyak belajar untuk menjadi anak berbakti bagi kedua orang tuanya.
" If God brings you to it ,
He will bring you through it ! "
TUAN MUDA
» DISCLAIMER
This account was created for Roleplaying purposes only, which means that I, as the typist of this account, have zero correlation and not affiliated with the real artist himself. Medias attached belong to the real owner.
» BUDAYAKAN MEMBACA
Nakula Putra Surendra adalah karakter fiksi dimana semua hal tentang dirinya adalah murni ide dari sang #Tuan. Jika terdapat kesamaan baik nama maupun kisah, tidak lain adalah sebuah kebetulan.
#Tuan sangat mengapresiasi pendapat. Terbuka untuk ajakan plot maupun relasi. DM terbuka untuk diskusi, bagi siapapun yang berkenan memberi peran maupun ide plot untuk direalisasikan.
ㅤㅤSangat diharapkan untuk memberi kabar apabila ingin memutuskan plot maupun relasi. Saling mengapresiasi sebagai sesama pengembang karakter adalah wajib hukumnya, bukan?
ㅤㅤTidak diperkenankan melakukan godmodding, baik saat interaksi maupun plot. Kecuali sudah di diskusikan dan mendapat persetujuan dari #Tuan serta Nakula.
» BRACKETS
( "ㅤ . . . " )
Berbicara dalam plot dan interaksi
( . . . . . )
Berbicara sebagai karakter Nakula
( /. . . . )
Berbicara diluar interaksi
(#Tuan)
Berbicara sebagai penulis